Kini teknologi yang dipakai para penjahat cyber sudah maju dan canggih. Oleh sebab itu dibutuhkan teknologi terbaru dalam sistem keamanan perbankan yang kuat untuk menghadangnya. Namun demikian, agar terhindar dari tindak kejahatan para cracker ini, peran aktif nasabah juga diperlukan. Simak tips jitu dari M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) berikut ini:
1. Mintalah kepada pihak bank untuk mengganti kartu debit maupun kredit Anda dengan kartu chip. Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan peraturan baru dimana sejak Januari 2010, seluruh kartu lama yang berbasis magnetik tidak boleh lagi digunakan dan harus diganti dengan kartu berbasis chip.
Menurut M. Salahuddien yang akrab dipanggil Didin ini, beliau belum mengkonfirmasi apakah aturan ini berlaku hanya untuk kartu kredit saja atau juga untuk kartu atm? Menurutnya seharusnya semua kartu yang diterbitkan oleh bank harus berbasis chip. Malah kalau di luar negeri, seluruh mesin ATM sudah tidak menggunakan kartu non-chip lagi.
2. Tutuplah kode 3 angka (CVV2) yang terdapat di belakang kartu Anda, baik dengan sticker, cellotape atau apa saja yang tidak transparan. Perlu diketahui bahwa selain untuk otorisasi transaksi online, kode 3 angka tersebut tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional semisal pada mesin ATM maupun pada counter EDC merchant.
3. Demi menjaga keamanan, ubah PIN Anda sesering mungkin. Setidaknya sekali setahun di saat hari kelahiran Anda agar mudah diingat. Atau sekali enam bulan atau setiap kali Anda punya kesempatan untuk merubahnya.
4. Jangan pula sekalipun memberikan informasi tentang pin dan data pribadi Anda kepada siapapun dengan alasan apapun, termasuk pada customer service bank, kecuali Anda yakin bahwa hal tersebut merupakan prosedur yang harus dilalui. Sebab saat ini banyak sekali pihak ketiga yang mengatasnamakan bank, misalnya perusahaan asuransi yang dengan alasan telah menjalin kerjasama dengan pihak bank penerbit kartu, mereka menawarkan produknya melalui telpon ataupun langsung mendatangi Anda meminta Anda untuk memberikan informasi pribadi ini.
Dalah hal ini selalu berhati-hatilah, karena bila Anda menyetujuinya maka berarti Anda bersedia agar mereka melakukan auto ebet terhadap rekening Anda. Hal ini tentu sangat berbahaya sekali. Untuk itu segeralah Anda meminta waktu kepada mereka untuk melakukan konfirmasi ke pihak bank terkait, apakah benar pihak bank telah berkerjasama dengan pihak telemarketing tersebut dan tanyakan juga bagaimana aturan main berikut risikonya.
5. Bila Anda sedang berbelanja atau sedang berada di counter merchant, awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di tangan petugasnya. Ikutilah kemana kartu Anda dibawa dan jangan biarkan kartu itu dibawa ke dalam ruang atau ke tempat yang bukan di depan Anda. Pastikan mereka menggesek kartu Anda hanya sekali gesek saja. Kartu yang digesek ke mesin yang berbeda dan berkali-kali adalah tidak wajar. Bila hal ini terjadi juga, segera tanyakan kepada petugas tersebut kenapa melakukan hal demikian. Bila jawabannya tidak memuaskan, segera batalkan transaksi dan tolak untuk menandatangani apapun. Segeralah melaporkan hal yang telah terjadi ke bank penerbit terhadap kecurigaan dengan kondisi di suatu counter merchant tersebut.
6. Perhatikan juga kondisi fisik pada mesin EDC yang digunakan. Pastikan tidak ada perangkat tambahan yang menempel pada mesin tersebut, baik berbentuk kabel yang dililitkan atau benda lain yang mencurigakan. Walaupun hal ini perlu pemahaman teknis dan sulit dilihat oleh pengguna awam, namun secara kasat mata asal kita waspada, hal tersebut bisa diketahui.
Mengenai Saya
Minggu, 18 Desember 2011
Anda Suka Ngemil Sehabis Olahraga? Jangan Lakukan!
Umumnya para atlet setelah selesai berolahraga selalu diminta untuk makan makanan ringan seperti camilan atau minuman berenergi . Namun ketahuilah bahwa tindakan tersebut bisa berakibat buruk dan justru akan membuat lemak yang sudah kita bakar tadi menjadi sia-sia. Apalagi bagi Anda yang tengah berusaha mengurangi berat badan, berat badan Anda akan sulit berubah.
Menurut Barry S Braun, Direktur Energy Metabolism Laboratory pada University of Massachusetts bahwa karena tujuan kita awalnya adalah untuk membuat tubuh menjadi ramping, maka seharusnya kita tidak memakan kembali kalori yang sudah dibakar tadi. Di saat kita mengkonsumsi kembali kalori yang telah dibakar, hal itu justru malah bisa mendatangkan risiko baru, yakni gangguan jantung.
Sekarang timbul pertanyaan, mengapa para atlet justru melakukan kesalahan ini dan berbeda dengan kita? “Inilah yang perlu diketahui dulu beda Anda dengan para atlet. Seorang atlet tujuannya olahraga berbeda dengan orang awam. Mereka bukan sekedar membuat tubuh sehat, tapi juga ada unsur kompetisi di dalamnya. Itu sebabnya mengapa mereka selalu mendapatkan nasihat yang tidak bisa kita tiru dan selalu berlawanan dengan kita.”
Menurut Braun, bahwa sebuah penelitian sudah dipublikasikan di Journal of Applied Physiology, Nutrition and Metabolism dimana telah diambil 10 orang laki-laki dan perempuan dengan kelebihan berat badan sebagai responden.
Pada penelitian tahap pertama, respoden melakukan olahraga jalan di treadmill selama satu jam sehari agar 500 kalori dapat dibakar. Nah, pada penelitian tersebut, responden tadi dibagi menjadi dua kelompok dimana sesaat setelah menyelesaikan olahraganya kelompok pertama diberikan minuman tinggi kalori sedangkan pada kelompok kedua hanya diberi air putih.
Kesimpulan awal olahraga yang mereka lakukan berhasil menekan kadar insulin hingga 40 persen. Namun, manfaat ini seketika itu juga hilang disaat kelompok pertama mengonsumsi minuman berenergi yang diberikan tadi.
Hasil ini membuat Braun dan timnya penasaran, apakah penyebab hal ini terjadi karena jenis minuman berkalori yang diberikan? Lalu dilakukanlah penelitian kedua. Para responden diminta untuk mengayuh sepeda selama 75 menit. Setelah selesai, kelompok pertama disuguhi makanan yang tinggi karbohidrat dan kelompok kedua diberi makanan berkadar karbohidrat rendah, namun dengan jumlah kalori yang sama dengan kelompok pertama.
Bagaimanakah hasilnya? Kemampuan dari insulin untuk membersihkan jejak gula dalam darah ternyata lebih baik pada kelompok kedua. Ini artinya makanan karbohidrat berpengaruh besar pada hal tersebut. Oleh sebab itu, Braun menyarankan agar sehabis berolahraga, sebaiknya kita tidak langsung ngemil. Bila keadaan tidak memungkinkan dan Anda harus tidak tahan untuk makan juga, maka pilihlah makanan yang bukan berbentuk karbohidrat. Ini penting karena karbohidrat inilah yang nantinya akan membentuk kembali kalori yang sudah capek-capek kita bakar tadi. Bahkan, bisa jadi jumlahnya bertambah dua kali lipat dari yang kita buang disaat berolahraga tadi.
Menurut Barry S Braun, Direktur Energy Metabolism Laboratory pada University of Massachusetts bahwa karena tujuan kita awalnya adalah untuk membuat tubuh menjadi ramping, maka seharusnya kita tidak memakan kembali kalori yang sudah dibakar tadi. Di saat kita mengkonsumsi kembali kalori yang telah dibakar, hal itu justru malah bisa mendatangkan risiko baru, yakni gangguan jantung.
Sekarang timbul pertanyaan, mengapa para atlet justru melakukan kesalahan ini dan berbeda dengan kita? “Inilah yang perlu diketahui dulu beda Anda dengan para atlet. Seorang atlet tujuannya olahraga berbeda dengan orang awam. Mereka bukan sekedar membuat tubuh sehat, tapi juga ada unsur kompetisi di dalamnya. Itu sebabnya mengapa mereka selalu mendapatkan nasihat yang tidak bisa kita tiru dan selalu berlawanan dengan kita.”
Menurut Braun, bahwa sebuah penelitian sudah dipublikasikan di Journal of Applied Physiology, Nutrition and Metabolism dimana telah diambil 10 orang laki-laki dan perempuan dengan kelebihan berat badan sebagai responden.
Pada penelitian tahap pertama, respoden melakukan olahraga jalan di treadmill selama satu jam sehari agar 500 kalori dapat dibakar. Nah, pada penelitian tersebut, responden tadi dibagi menjadi dua kelompok dimana sesaat setelah menyelesaikan olahraganya kelompok pertama diberikan minuman tinggi kalori sedangkan pada kelompok kedua hanya diberi air putih.
Kesimpulan awal olahraga yang mereka lakukan berhasil menekan kadar insulin hingga 40 persen. Namun, manfaat ini seketika itu juga hilang disaat kelompok pertama mengonsumsi minuman berenergi yang diberikan tadi.
Hasil ini membuat Braun dan timnya penasaran, apakah penyebab hal ini terjadi karena jenis minuman berkalori yang diberikan? Lalu dilakukanlah penelitian kedua. Para responden diminta untuk mengayuh sepeda selama 75 menit. Setelah selesai, kelompok pertama disuguhi makanan yang tinggi karbohidrat dan kelompok kedua diberi makanan berkadar karbohidrat rendah, namun dengan jumlah kalori yang sama dengan kelompok pertama.
Bagaimanakah hasilnya? Kemampuan dari insulin untuk membersihkan jejak gula dalam darah ternyata lebih baik pada kelompok kedua. Ini artinya makanan karbohidrat berpengaruh besar pada hal tersebut. Oleh sebab itu, Braun menyarankan agar sehabis berolahraga, sebaiknya kita tidak langsung ngemil. Bila keadaan tidak memungkinkan dan Anda harus tidak tahan untuk makan juga, maka pilihlah makanan yang bukan berbentuk karbohidrat. Ini penting karena karbohidrat inilah yang nantinya akan membentuk kembali kalori yang sudah capek-capek kita bakar tadi. Bahkan, bisa jadi jumlahnya bertambah dua kali lipat dari yang kita buang disaat berolahraga tadi.
Cara Antisipasi Serangan Angin Duduk
Tak jelas di mana duduknya, istilah "angin duduk" sudah menjadi milik publik. Namun bukan sembarangan duduk, sebab ini kiasan awam belaka yang dokter wajib cari tahu apa yang dimaksud. Tentu supaya jelas duduk soalnya. Lalu apa "angin duduk" itu sebetulnya?
Seperti ihwal masuk angin, nosologi "angin duduk" belum masuk buku teks. Namun angin yang duduk ini lebih berbahaya dibandingkan dengan angin yang masuk. Soalnya, ia identik dengan serangan jantung. Nah, yang namanya serangan jantung bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sering selagi mengedan di kamar kecil. Tak jarang sewaktu di meja makan. Ada juga yang lagi asyik di kamar hotel ketika "berduel" bukan dengan istri sendiri alias berzina, na'uzubillahminalzina....
Tidak semua serangan jantung berkategori "angin duduk". Hanya serangan yang langsung membuat jantung kelenger yang boleh disebut "angin duduk". Sering-sering tak tertolong. Mengapa? Selain serbuannya sangat mendadak, serangannya terbilang garang. Jantung diberi makan dari koroner. Jika ada cabang koroner jantung yang tersumbat nyaris total, jantung semaput dan terancam berhenti bekerja. Bila terlambat ditolong, korban akan permisi pindah ke alam kubur.
Penyumbatan pembuluh koroner terjadi bila lipid (kolesterol dan trigliserida) darah terus meninggi. Tentu ini bukan proses sesaat. Rata-rata sudah berawal sejak usia muda. Bisa jadi sejak masa kanak-kanak jika anak dibiarkan gembrot. Bila lemak darah tetap tinggi, setiap tahun sumbatan koroner bertambah 2%. Cuma butuh 25 tahun untuk menyumbat separuhnya. Koroner yang tersumbat akan mengurangi pasokan oksigen ke otot jantung. Kekurangan oksigen bikin otot jantung menjerit. Nyari dada merupakan manifestasi jeritan jantung.
Nyeri dada "angina" awalnya hanya beberapa detik saja. Durasi nyeri dada berikutnya semakin panjang. Itu menunjukkan proses penyumbatan koroner berlanjut terus. Sederhana saja kebanyakan perjalanan penyakit jantung koroner. Cuma soal waktu. Begitu sumbatan koroner sudah nyaris total, sekali tendang langsung KO.
Beruntung jika perjalanan penyakit jantung koronernya diperingatkan oleh "angina pectoris" dulu. Kita bisa bersikap lebih waspada, dan melakukan langah pencegahan agar kejadian serangan jantung koroner sekaliber "angin duduk" bisa digagalkan. Caranya, ya dengan menghapus semua faktor resiko pemicu jantung koroner. Lemak darah dinormalkan, kencing manis dikontrol, darah tinggi diturunkan, berat badan dibikin ideal, banyak bergerak badan, tidak merokok, diet rendah lemak, batasi garam dapur, dan jauhkan dari cemaran stres. Terakhir namun jangan dilupakan: hiduplah dengan lebih rileks dan tawakkal mendekatkan diri kepada Allah subhanahuwata'ala.
Namun, tidak semua yang koronernya tersumbat merasakan nyeri dada. Misalnya pada pengidap kencing manis dengan jantung koroner. Ini tergolong silent ischemic. Bisa dibayangkan, dengan peringatan saja sudah berbahaya, apalagi tanpa merasakan nyeri dada. Tiba-tiba saja sumbatannya sudah total, dan berakibat fatal.
Serangan "angin duduk" sering dikeluhkan seperti "masuk angin". Orang minta dikeroki, dibalur minyak angin, dipijat atau minta minum yang hangat. Padahal waktu untuk menolongnya amatlah singkat. Untuk kasus "angin duduk" waktu yang tesedia untuk menyelamatkan jantung tak lebih dari 15 menit. Maka seharusnya korban langsung diusung ke rumah sakit. Sekurang-kurang-nya beri tablet aspirin sekadar menjadikan darah lebih encer sebelum tiba di rumah sakit.
Sumbatan koroner bukan hanya oleh "kerak lemak" pada dindingnya. Aliran darah koroner diperburuk oleh darah yang mengental, atau gumpalan lemak dan bekuan darah kiriman dari luar jantung. Maka selain menormalkan lemak darah, perlu juga mengencerkan darah. Yang pernah mengalami angina, atau beresiko koronernya tersumbat, darahnya tidak boleh kental. Untuk itu jangan sampai kurang minum, dan rutin minum tablet aspirin.
Datangi lab secara berkala untuk memeriksa kekentalan darah. Untuk menjaga derasnya aliran darah koroner, tensi darah jangan sampai anjlok. Kerja jantung di jaga tetap ajeg. Berhati-hati jika memiliki tubuh tergolong pendek. Semakin pendek tinggi badan semakin kecil penampang koroner. Semakin kecil koroner, semakin besar resiko tersumbat.
Seperti ihwal masuk angin, nosologi "angin duduk" belum masuk buku teks. Namun angin yang duduk ini lebih berbahaya dibandingkan dengan angin yang masuk. Soalnya, ia identik dengan serangan jantung. Nah, yang namanya serangan jantung bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sering selagi mengedan di kamar kecil. Tak jarang sewaktu di meja makan. Ada juga yang lagi asyik di kamar hotel ketika "berduel" bukan dengan istri sendiri alias berzina, na'uzubillahminalzina....
Tidak semua serangan jantung berkategori "angin duduk". Hanya serangan yang langsung membuat jantung kelenger yang boleh disebut "angin duduk". Sering-sering tak tertolong. Mengapa? Selain serbuannya sangat mendadak, serangannya terbilang garang. Jantung diberi makan dari koroner. Jika ada cabang koroner jantung yang tersumbat nyaris total, jantung semaput dan terancam berhenti bekerja. Bila terlambat ditolong, korban akan permisi pindah ke alam kubur.
Penyumbatan pembuluh koroner terjadi bila lipid (kolesterol dan trigliserida) darah terus meninggi. Tentu ini bukan proses sesaat. Rata-rata sudah berawal sejak usia muda. Bisa jadi sejak masa kanak-kanak jika anak dibiarkan gembrot. Bila lemak darah tetap tinggi, setiap tahun sumbatan koroner bertambah 2%. Cuma butuh 25 tahun untuk menyumbat separuhnya. Koroner yang tersumbat akan mengurangi pasokan oksigen ke otot jantung. Kekurangan oksigen bikin otot jantung menjerit. Nyari dada merupakan manifestasi jeritan jantung.
Nyeri dada "angina" awalnya hanya beberapa detik saja. Durasi nyeri dada berikutnya semakin panjang. Itu menunjukkan proses penyumbatan koroner berlanjut terus. Sederhana saja kebanyakan perjalanan penyakit jantung koroner. Cuma soal waktu. Begitu sumbatan koroner sudah nyaris total, sekali tendang langsung KO.
Beruntung jika perjalanan penyakit jantung koronernya diperingatkan oleh "angina pectoris" dulu. Kita bisa bersikap lebih waspada, dan melakukan langah pencegahan agar kejadian serangan jantung koroner sekaliber "angin duduk" bisa digagalkan. Caranya, ya dengan menghapus semua faktor resiko pemicu jantung koroner. Lemak darah dinormalkan, kencing manis dikontrol, darah tinggi diturunkan, berat badan dibikin ideal, banyak bergerak badan, tidak merokok, diet rendah lemak, batasi garam dapur, dan jauhkan dari cemaran stres. Terakhir namun jangan dilupakan: hiduplah dengan lebih rileks dan tawakkal mendekatkan diri kepada Allah subhanahuwata'ala.
Namun, tidak semua yang koronernya tersumbat merasakan nyeri dada. Misalnya pada pengidap kencing manis dengan jantung koroner. Ini tergolong silent ischemic. Bisa dibayangkan, dengan peringatan saja sudah berbahaya, apalagi tanpa merasakan nyeri dada. Tiba-tiba saja sumbatannya sudah total, dan berakibat fatal.
Serangan "angin duduk" sering dikeluhkan seperti "masuk angin". Orang minta dikeroki, dibalur minyak angin, dipijat atau minta minum yang hangat. Padahal waktu untuk menolongnya amatlah singkat. Untuk kasus "angin duduk" waktu yang tesedia untuk menyelamatkan jantung tak lebih dari 15 menit. Maka seharusnya korban langsung diusung ke rumah sakit. Sekurang-kurang-nya beri tablet aspirin sekadar menjadikan darah lebih encer sebelum tiba di rumah sakit.
Sumbatan koroner bukan hanya oleh "kerak lemak" pada dindingnya. Aliran darah koroner diperburuk oleh darah yang mengental, atau gumpalan lemak dan bekuan darah kiriman dari luar jantung. Maka selain menormalkan lemak darah, perlu juga mengencerkan darah. Yang pernah mengalami angina, atau beresiko koronernya tersumbat, darahnya tidak boleh kental. Untuk itu jangan sampai kurang minum, dan rutin minum tablet aspirin.
Datangi lab secara berkala untuk memeriksa kekentalan darah. Untuk menjaga derasnya aliran darah koroner, tensi darah jangan sampai anjlok. Kerja jantung di jaga tetap ajeg. Berhati-hati jika memiliki tubuh tergolong pendek. Semakin pendek tinggi badan semakin kecil penampang koroner. Semakin kecil koroner, semakin besar resiko tersumbat.
Waspada, Email Bisa Membunuh Anda Secara Perlahan!
Anda mungkin tidak percaya hal ini. Mustahil sebuah surat elektronik ini bisa membunuh seseorang secara perlahan. Namun begitulah kenyataannya. Sebagaimana riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Buckinghamshire Chilterns University College, Inggris. Mereka telah melakukan percobaan terhadap para sukarelawan yang bersedia diteliti kesehatannya setelah berinteraksi dengan email. Ternyata, sukarelawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar menurun kesehatannya setelah mereka membuka surat-surat yang masuk ke dalam inbox email mereka. Apalagi bila surat tersebut berasal dari atasan mereka, tekanan darah mereka melonjak tinggi. Hal ini termonitor dari alat yang dipasang di tubuh mereka. Grafik yang mendeteksi menunjukkan peningkatan tekanan darah saat mereka membuka email yang berasal dari boss mereka. Kerja jantung juga semakin cepat bila email tersebut berisi nada ancaman dan peringatan keras akan kualitas kerja mereka. Dan stress tingkat ringan segera mereka alami bila nada ancaman tersebut berujung pada ancaman pemecatan.
Menurut Profesor Cary Cooper, salah seorang pengamat psikolog dari Inggris, sebaiknya email tidak dijadikan para atasan sebagai media untuk mendisiplinkan karyawan. Menyampaikan peringatan secara langsung lebih baik daripada lewat email. Karena email saat ini bukan hanya sebatas sarana pendukung sosial, namun malah bisa sebagai pemicu stress dan sumber media yang mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang. Dari salah seorang sukarelawan menyatakan kepada Cary Cooper bahwa dirinya memiliki ketakutan yang mendalam saat membuka email sewaktu masuk kerja di hari pertama setelah sebelumnya 2 minggu mengambil cuti.
Hasil riset ini telah dipresentasikan pada konferensi para ahli psikolog di Inggris. Kesimpulannya, kata-kata yang buruk dan keras dalam email bisa menurunkan tingkat kesehatan jiwa si penerimanya. Apalagi bila si penerima ternyata memiliki kondisi jiwa yang sedang labil. Hal ini akan menjadi beban pikirannya yang berujung pada penurunan kondisi fisik tubuh. Bila ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada pemberian nasehat dan jalan keluar, kondisi fisik yang dari luar terlihat sehat tapi dari dalam sangat parah ini akan hancur secara perlahan. Penyakit pun akan cepat hinggap dan menggerogoti, yang pada akhirnya bisa berakibat fatal!
Nah, apakah Anda seorang boss...? Mulai sekarang jangan pernah sekali-kali memecat karyawan Anda lewat email. Bisa-bisa Anda besoknya dijemput polisi karena telah "membunuhnya"!
Menurut Profesor Cary Cooper, salah seorang pengamat psikolog dari Inggris, sebaiknya email tidak dijadikan para atasan sebagai media untuk mendisiplinkan karyawan. Menyampaikan peringatan secara langsung lebih baik daripada lewat email. Karena email saat ini bukan hanya sebatas sarana pendukung sosial, namun malah bisa sebagai pemicu stress dan sumber media yang mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang. Dari salah seorang sukarelawan menyatakan kepada Cary Cooper bahwa dirinya memiliki ketakutan yang mendalam saat membuka email sewaktu masuk kerja di hari pertama setelah sebelumnya 2 minggu mengambil cuti.
Hasil riset ini telah dipresentasikan pada konferensi para ahli psikolog di Inggris. Kesimpulannya, kata-kata yang buruk dan keras dalam email bisa menurunkan tingkat kesehatan jiwa si penerimanya. Apalagi bila si penerima ternyata memiliki kondisi jiwa yang sedang labil. Hal ini akan menjadi beban pikirannya yang berujung pada penurunan kondisi fisik tubuh. Bila ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada pemberian nasehat dan jalan keluar, kondisi fisik yang dari luar terlihat sehat tapi dari dalam sangat parah ini akan hancur secara perlahan. Penyakit pun akan cepat hinggap dan menggerogoti, yang pada akhirnya bisa berakibat fatal!
Nah, apakah Anda seorang boss...? Mulai sekarang jangan pernah sekali-kali memecat karyawan Anda lewat email. Bisa-bisa Anda besoknya dijemput polisi karena telah "membunuhnya"!
Antibiotik, Untung dan Rugi Mengkonsumsinya
Anda pernah sakit? Tentu dokter Anda pernah memberi Anda antibiotik. Setelah dikonsumsi, Andapun jadi sehat dan penyakitpun hilang. Namun perlu Anda ketahui bahwa tidak benar antibiotik 100% bermanfaat bagi tubuh kita. Sebenarnya antibiotik juga punya kerugian berada di tubuh kita, terutama pada aktivitas mikroba yang ada diusus. Karena berdasarkan penelitian Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS - mengkonsumsi antibiotik ternyata bisa membunuh mikroba yang menguntungkan yang diperlukan tubuh. Kok bisa begitu....?
Dalam penelitian yang dilakukan kurang dari satu tahun, para peneliti melibatkan tiga orang wanita sebagai relawan yang diberi tablet antibiotik. Pemberian antibiotik dilakukan dalam 2 fase dimana per fase berlangsung selama lima hari. Setelah tes DNA dilakukan pada sampel tinja para relawan terebut, ternyata jenis mikroba yang menguntungkan yang hidup dalam usus relawan tersebut jadi berkurang.
Pemberian antibiotik yang terbilang ampuh dalam membunuh kuman yang memasuki tubuh ternyata tak selalu bermanfaat bagi manusia. Karena ternyata, mengkonsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan "mikroba baik" yang hidup dalam usus yang berpengaruh pada kondisi kesehatan pasien itu sendiri.
Les Dethlefsen dan David Relman juga berkesimpulan bahwa pasien yang diberi ciprofloxacin terbukti menekan semua populasi bakteri yang menguntungkan. Dan untuk pulih, setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan.
Hasil penelitian ini diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian ini juga mendukung teori yang menyimpulkan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup dalam tubuh manusia. Untuk itu diperlukannya pengembangan produk probiotik seperti yoghurt yang mengandung bakteri hidup.
Matinya mikroba yang dibutuhkan tubuh, sedikit banyak dapat memicu obesitas dan peluang terjadinya alergi. Dan pada hasil penelitian yang lain juga ditemukan manfaat besar bagi bayi yang mengkonsumsi ASI dimana Lactobacillus Reuteri yang terdapat dalam ASI ternyata dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.
Dalam penelitian yang dilakukan kurang dari satu tahun, para peneliti melibatkan tiga orang wanita sebagai relawan yang diberi tablet antibiotik. Pemberian antibiotik dilakukan dalam 2 fase dimana per fase berlangsung selama lima hari. Setelah tes DNA dilakukan pada sampel tinja para relawan terebut, ternyata jenis mikroba yang menguntungkan yang hidup dalam usus relawan tersebut jadi berkurang.
Pemberian antibiotik yang terbilang ampuh dalam membunuh kuman yang memasuki tubuh ternyata tak selalu bermanfaat bagi manusia. Karena ternyata, mengkonsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan "mikroba baik" yang hidup dalam usus yang berpengaruh pada kondisi kesehatan pasien itu sendiri.
Les Dethlefsen dan David Relman juga berkesimpulan bahwa pasien yang diberi ciprofloxacin terbukti menekan semua populasi bakteri yang menguntungkan. Dan untuk pulih, setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan.
Hasil penelitian ini diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian ini juga mendukung teori yang menyimpulkan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup dalam tubuh manusia. Untuk itu diperlukannya pengembangan produk probiotik seperti yoghurt yang mengandung bakteri hidup.
Matinya mikroba yang dibutuhkan tubuh, sedikit banyak dapat memicu obesitas dan peluang terjadinya alergi. Dan pada hasil penelitian yang lain juga ditemukan manfaat besar bagi bayi yang mengkonsumsi ASI dimana Lactobacillus Reuteri yang terdapat dalam ASI ternyata dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.
Stress, Kenali Gejalanya Dari Awal
Stress saat ini bukanlah hal baru bagi kita, terutama yang aktif di perkotaan. Kesibukan kerja, tekanan target perusahaan dan berbagai kerumitan sehari-hari termasuk kemacetan di jalan adalah faktor yang bisa memicu terjadinya stress pada diri seseorang. Kita sering menandai bahwa mood yang sedang buruk dan suka melamun adalah gejala awal dari stress. Namun hal itu bukanlah hal besar yang menandakan seseorang sedang mengalami gejala awal dari stress. Ada 4 faktor besar yang bisa kita pedomani dalam menandai apakah stress mulai menyusup dalam diri kita. Apa itu? Silahkan simak hal menarik berikut ini:
1. Kosentrasi Terganggu
Tidak jarang bila kita menghadapi sesuatu hal, baik dalam pekerjaan maupun dalam urusan di rumah, kosentrasi untuk menyelesaikan masalah tersebut sangat sulit dilakukan. Terkadang pikiran yang muncul bercabang-cabang sehingga masalah yang sedang dihadapi tersebut tidak terselesaikan. Bila hal itu menimpa kita, itu pertanda kosentrasi kita mulai terganggu sebagai tanda awal dari sebuah "stress". Untuk mengatasinya sebenarnya sangatlah mudah. Bila kita sedang menghadapi suatu masalah, baik itu masalah sepele terlebih lagi masalah rumit, usahakan pikiran kita tetap fokus terhadap masalah tersebut. Bila urusan lain muncul di benak kita, berpaling dan tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi sampai masalah tersebut betul-betul telah ditemukan jalan keluarnya. Kemudian baru beranjak ke masalah lain. Dan untuk membantu itu semua, tubuh kita sebaiknya selalu dalam keadaan rileks. Cobalah mencuci muka dengan air untuk membuat pori-pori dan syaraf pada mata dan anggota kepala Anda rileks. Bila Anda seorang muslim, tepat sekali bila Anda melakukan hal ini dengan cara berwudhu. Mudah-mudahan dengan cara ini kosentrasi kita bisa kembali ke titik normal.
2. Kelopak Mata Bergerak Sendiri
Kita pernah kan tanpa disadari salah satu kelopak mata kita bergerak sendiri beberapa kali? Bila itu kita alami, itu menandakan kita dalam kondisi sedikit kurang rileks. Gejala ini dalam ilmu medis biasa disebut blepharospasm. Ini merupakan sinyal tubuh bagi kita bahwa kita dalam kondisi yang tidak nyaman dan sedang ada suatu yang dipikirkan terlalu lama. Bila Anda merasa terganggu dengan hal ini, cara menghentikannya adalah dengan mengambil posisi tidur terlentang dengan wajah membelakangi sumber cahaya. Pejamkan mata Anda beberapa saat dengan mengalihkan pikiran kita pada sesuatu yang menyendangkan. Bila Anda seorang muslim, sangat cocok bila Anda melakukannya dengan berzikir. Bila sudah, kucek-kucek mata Anda dengan lembut, terutama pada bagian di sekitar mata.
3. Kurang Mendapatkan Sinar Matahari Pagi
Terkadang kita sering bangun kesiangan atau berangkat kerja setiap pagi terlalu pagi sehingga sampai di kantor sebelum matahari bersinar dengan terang. Dan hal itu berlangsung secara terus menerus sehingga tubuh kurang mendapatkan siraman ultraviolet matahari pagi. Hal ini bila terjadi pada Anda akan membuat semangat dan mood untuk beraktifitas semakin lama semakin berkurang. Padahal vitamin dan serat sudah banyak kita konsumsi, tapi kok tetap tidak punya semangat. Untuk itu cara mengembalikan semangat Anda adalah usahakan Anda mendapat sinar matahari pagi (sekitar sebelum jam 9 pagi) yang cukup setiap pagi karena sinar matahari pagi akan membantu tubuh melepaskan serotonin, sehingga kosentrasi Anda bisa kembali normal.
4. Rasa Berat Pada Tengkuk.
Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, seorang psikolog sekaligus terapis fisik menyatakan bahwa stres dapat mempengaruhi sistem muskulokeletal pada tubuh yakni tulang, persendian, dan otot. Hal ini akan menyebabkan terjadilah ketegangan pada otot leher bagian belakang atau di sekitar tengkuk. Cara mengatasinya cukup mudah yakni dengan melakukan peregangan atau relaksasi pada bagian tersebut. Pertama, tarik napas dalam-dalam sebanyak 5-10 kali sambil menfokuskan pikiran pada bagian leher yang sedang tegang sambil dipijat-pijak dengan pelan sampai terasa menjadi lemas kembali. Bila Anda kurang bisa melakukannya, tidak salah bila Anda mendatangi tukang pijat tradisional untuk membantu meregangkan kembali otot dan syarat tubuh Anda. Selamat mencoba.
1. Kosentrasi Terganggu
Tidak jarang bila kita menghadapi sesuatu hal, baik dalam pekerjaan maupun dalam urusan di rumah, kosentrasi untuk menyelesaikan masalah tersebut sangat sulit dilakukan. Terkadang pikiran yang muncul bercabang-cabang sehingga masalah yang sedang dihadapi tersebut tidak terselesaikan. Bila hal itu menimpa kita, itu pertanda kosentrasi kita mulai terganggu sebagai tanda awal dari sebuah "stress". Untuk mengatasinya sebenarnya sangatlah mudah. Bila kita sedang menghadapi suatu masalah, baik itu masalah sepele terlebih lagi masalah rumit, usahakan pikiran kita tetap fokus terhadap masalah tersebut. Bila urusan lain muncul di benak kita, berpaling dan tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi sampai masalah tersebut betul-betul telah ditemukan jalan keluarnya. Kemudian baru beranjak ke masalah lain. Dan untuk membantu itu semua, tubuh kita sebaiknya selalu dalam keadaan rileks. Cobalah mencuci muka dengan air untuk membuat pori-pori dan syaraf pada mata dan anggota kepala Anda rileks. Bila Anda seorang muslim, tepat sekali bila Anda melakukan hal ini dengan cara berwudhu. Mudah-mudahan dengan cara ini kosentrasi kita bisa kembali ke titik normal.
2. Kelopak Mata Bergerak Sendiri
Kita pernah kan tanpa disadari salah satu kelopak mata kita bergerak sendiri beberapa kali? Bila itu kita alami, itu menandakan kita dalam kondisi sedikit kurang rileks. Gejala ini dalam ilmu medis biasa disebut blepharospasm. Ini merupakan sinyal tubuh bagi kita bahwa kita dalam kondisi yang tidak nyaman dan sedang ada suatu yang dipikirkan terlalu lama. Bila Anda merasa terganggu dengan hal ini, cara menghentikannya adalah dengan mengambil posisi tidur terlentang dengan wajah membelakangi sumber cahaya. Pejamkan mata Anda beberapa saat dengan mengalihkan pikiran kita pada sesuatu yang menyendangkan. Bila Anda seorang muslim, sangat cocok bila Anda melakukannya dengan berzikir. Bila sudah, kucek-kucek mata Anda dengan lembut, terutama pada bagian di sekitar mata.
3. Kurang Mendapatkan Sinar Matahari Pagi
Terkadang kita sering bangun kesiangan atau berangkat kerja setiap pagi terlalu pagi sehingga sampai di kantor sebelum matahari bersinar dengan terang. Dan hal itu berlangsung secara terus menerus sehingga tubuh kurang mendapatkan siraman ultraviolet matahari pagi. Hal ini bila terjadi pada Anda akan membuat semangat dan mood untuk beraktifitas semakin lama semakin berkurang. Padahal vitamin dan serat sudah banyak kita konsumsi, tapi kok tetap tidak punya semangat. Untuk itu cara mengembalikan semangat Anda adalah usahakan Anda mendapat sinar matahari pagi (sekitar sebelum jam 9 pagi) yang cukup setiap pagi karena sinar matahari pagi akan membantu tubuh melepaskan serotonin, sehingga kosentrasi Anda bisa kembali normal.
4. Rasa Berat Pada Tengkuk.
Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, seorang psikolog sekaligus terapis fisik menyatakan bahwa stres dapat mempengaruhi sistem muskulokeletal pada tubuh yakni tulang, persendian, dan otot. Hal ini akan menyebabkan terjadilah ketegangan pada otot leher bagian belakang atau di sekitar tengkuk. Cara mengatasinya cukup mudah yakni dengan melakukan peregangan atau relaksasi pada bagian tersebut. Pertama, tarik napas dalam-dalam sebanyak 5-10 kali sambil menfokuskan pikiran pada bagian leher yang sedang tegang sambil dipijat-pijak dengan pelan sampai terasa menjadi lemas kembali. Bila Anda kurang bisa melakukannya, tidak salah bila Anda mendatangi tukang pijat tradisional untuk membantu meregangkan kembali otot dan syarat tubuh Anda. Selamat mencoba.
Awas, Bakteri Salmonella Pada Telur Bebek
Mengkonsumsi telur bebek bukanlah hal yang baru bagi sebagian besar masyarakat kita. Apalagi bagi penggemar jamu, dipakai sebagai campuran ekstra yang tentunya wajib ada. Betapa nikmatnya dan segarnya badan ini setelah meminumnya. Namun mulai sekarang Anda harus sedikit waspada. Ternyata telur bebek lebih mudah terjangkiti bakteri salmonella dibandingkan telur-telur jenis lainnya seperti telur ayam atau telur puyuh. Sejauh mana bahayanya dan bagaimana cara mengatasinya?
Belum lama ini di London, Inggris dilaporkan adanya 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi telur bebek. Bahkan, salah seorang diantaranya ada yang tewas. Penyebabnya mungkin terasa mustahil, yakni keracunan telur bebek. Tapi jangan salah, ternyata penyebabnya bukan pada telur bebeknya, namun pada bakteri salmonella yang terdapat pada telur bebek tersebut. Dan yang anehnya, tidak ada kasus maupun keluhan pada konsumen yang mengkonsumsi telur unggas lainnya seperti telur ayam dan puyuh.
Setelah dilakukan berbagai penelitian lebih jauh, ternyata cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Orang yang tertular bakteri salmonella akan mengalami gejala-gejala seperti perut kejang, demam dan sering disertai dengan diare. Gejala ini akan terasa setelah 10 sampai 72 jam setelah tertular salmonella ini.
Bila gejala ini dibiarkan, maka bakteri salmonella dengan cepat akan menulari bagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dan bila kondisi tubuh yang terjangkiti sedang lemah apalagi dalam keadaan kekebalan tubuh rendah, bisa berakibat pada kematian.
Bagaimana cara mengatasinya agar bakteri salmonella tidak menulari kita? Juru bicara Badan Standarisasi Makanan (FPA) di London, Inggris mengatakan bahwa satu-satunya cara adalah tidak mengkonsumsi telur bebek dalam keadaan mentah. Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati.
Lalu bagaimana dengan para penggemar jamu di negeri kita yang notabene pengkonsumsi telur bebek mentah? Mungkin kita bisa meminimalisir potensi tertularnya telur bebek oleh bakteri salmonella dengan cara mencuci telur dengan sabun sebelum membukanya dan segera mencuci tangan setelah memegang telur tersebut. Dan agar lebih aman, siramlah telur bebek tersebut dengan air panas sebelum dibuka. Mudah-mudahan hal ini bisa lebih membuat kita aman dalam menkonsumsi telur bebek mentah
Belum lama ini di London, Inggris dilaporkan adanya 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi telur bebek. Bahkan, salah seorang diantaranya ada yang tewas. Penyebabnya mungkin terasa mustahil, yakni keracunan telur bebek. Tapi jangan salah, ternyata penyebabnya bukan pada telur bebeknya, namun pada bakteri salmonella yang terdapat pada telur bebek tersebut. Dan yang anehnya, tidak ada kasus maupun keluhan pada konsumen yang mengkonsumsi telur unggas lainnya seperti telur ayam dan puyuh.
Setelah dilakukan berbagai penelitian lebih jauh, ternyata cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Orang yang tertular bakteri salmonella akan mengalami gejala-gejala seperti perut kejang, demam dan sering disertai dengan diare. Gejala ini akan terasa setelah 10 sampai 72 jam setelah tertular salmonella ini.
Bila gejala ini dibiarkan, maka bakteri salmonella dengan cepat akan menulari bagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dan bila kondisi tubuh yang terjangkiti sedang lemah apalagi dalam keadaan kekebalan tubuh rendah, bisa berakibat pada kematian.
Bagaimana cara mengatasinya agar bakteri salmonella tidak menulari kita? Juru bicara Badan Standarisasi Makanan (FPA) di London, Inggris mengatakan bahwa satu-satunya cara adalah tidak mengkonsumsi telur bebek dalam keadaan mentah. Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati.
Lalu bagaimana dengan para penggemar jamu di negeri kita yang notabene pengkonsumsi telur bebek mentah? Mungkin kita bisa meminimalisir potensi tertularnya telur bebek oleh bakteri salmonella dengan cara mencuci telur dengan sabun sebelum membukanya dan segera mencuci tangan setelah memegang telur tersebut. Dan agar lebih aman, siramlah telur bebek tersebut dengan air panas sebelum dibuka. Mudah-mudahan hal ini bisa lebih membuat kita aman dalam menkonsumsi telur bebek mentah
Langganan:
Postingan (Atom)
