Minggu, 18 Desember 2011

Cara Antisipasi Serangan Angin Duduk

Tak jelas di mana duduknya, istilah "angin duduk" sudah menjadi milik publik. Namun bukan sembarangan duduk, sebab ini kiasan awam belaka yang dokter wajib cari tahu apa yang dimaksud. Tentu supaya jelas duduk soalnya. Lalu apa "angin duduk" itu sebetulnya?

Seperti ihwal masuk angin, nosologi "angin duduk" belum masuk buku teks. Namun angin yang duduk ini lebih berbahaya dibandingkan dengan angin yang masuk. Soalnya, ia identik dengan serangan jantung. Nah, yang namanya serangan jantung bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sering selagi mengedan di kamar kecil. Tak jarang sewaktu di meja makan. Ada juga yang lagi asyik di kamar hotel ketika "berduel" bukan dengan istri sendiri alias berzina, na'uzubillahminalzina....

Tidak semua serangan jantung berkategori "angin duduk". Hanya serangan yang langsung membuat jantung kelenger yang boleh disebut "angin duduk". Sering-sering tak tertolong. Mengapa? Selain serbuannya sangat mendadak, serangannya terbilang garang. Jantung diberi makan dari koroner. Jika ada cabang koroner jantung yang tersumbat nyaris total, jantung semaput dan terancam berhenti bekerja. Bila terlambat ditolong, korban akan permisi pindah ke alam kubur.

Penyumbatan pembuluh koroner terjadi bila lipid (kolesterol dan trigliserida) darah terus meninggi. Tentu ini bukan proses sesaat. Rata-rata sudah berawal sejak usia muda. Bisa jadi sejak masa kanak-kanak jika anak dibiarkan gembrot. Bila lemak darah tetap tinggi, setiap tahun sumbatan koroner bertambah 2%. Cuma butuh 25 tahun untuk menyumbat separuhnya. Koroner yang tersumbat akan mengurangi pasokan oksigen ke otot jantung. Kekurangan oksigen bikin otot jantung menjerit. Nyari dada merupakan manifestasi jeritan jantung.

Nyeri dada "angina" awalnya hanya beberapa detik saja. Durasi nyeri dada berikutnya semakin panjang. Itu menunjukkan proses penyumbatan koroner berlanjut terus. Sederhana saja kebanyakan perjalanan penyakit jantung koroner. Cuma soal waktu. Begitu sumbatan koroner sudah nyaris total, sekali tendang langsung KO.

Beruntung jika perjalanan penyakit jantung koronernya diperingatkan oleh "angina pectoris" dulu. Kita bisa bersikap lebih waspada, dan melakukan langah pencegahan agar kejadian serangan jantung koroner sekaliber "angin duduk" bisa digagalkan. Caranya, ya dengan menghapus semua faktor resiko pemicu jantung koroner. Lemak darah dinormalkan, kencing manis dikontrol, darah tinggi diturunkan, berat badan dibikin ideal, banyak bergerak badan, tidak merokok, diet rendah lemak, batasi garam dapur, dan jauhkan dari cemaran stres. Terakhir namun jangan dilupakan: hiduplah dengan lebih rileks dan tawakkal mendekatkan diri kepada Allah subhanahuwata'ala.

Namun, tidak semua yang koronernya tersumbat merasakan nyeri dada. Misalnya pada pengidap kencing manis dengan jantung koroner. Ini tergolong silent ischemic. Bisa dibayangkan, dengan peringatan saja sudah berbahaya, apalagi tanpa merasakan nyeri dada. Tiba-tiba saja sumbatannya sudah total, dan berakibat fatal.

Serangan "angin duduk" sering dikeluhkan seperti "masuk angin". Orang minta dikeroki, dibalur minyak angin, dipijat atau minta minum yang hangat. Padahal waktu untuk menolongnya amatlah singkat. Untuk kasus "angin duduk" waktu yang tesedia untuk menyelamatkan jantung tak lebih dari 15 menit. Maka seharusnya korban langsung diusung ke rumah sakit. Sekurang-kurang-nya beri tablet aspirin sekadar menjadikan darah lebih encer sebelum tiba di rumah sakit.

Sumbatan koroner bukan hanya oleh "kerak lemak" pada dindingnya. Aliran darah koroner diperburuk oleh darah yang mengental, atau gumpalan lemak dan bekuan darah kiriman dari luar jantung. Maka selain menormalkan lemak darah, perlu juga mengencerkan darah. Yang pernah mengalami angina, atau beresiko koronernya tersumbat, darahnya tidak boleh kental. Untuk itu jangan sampai kurang minum, dan rutin minum tablet aspirin.

Datangi lab secara berkala untuk memeriksa kekentalan darah. Untuk menjaga derasnya aliran darah koroner, tensi darah jangan sampai anjlok. Kerja jantung di jaga tetap ajeg. Berhati-hati jika memiliki tubuh tergolong pendek. Semakin pendek tinggi badan semakin kecil penampang koroner. Semakin kecil koroner, semakin besar resiko tersumbat.

Waspada, Email Bisa Membunuh Anda Secara Perlahan!

Anda mungkin tidak percaya hal ini. Mustahil sebuah surat elektronik ini bisa membunuh seseorang secara perlahan. Namun begitulah kenyataannya. Sebagaimana riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Buckinghamshire Chilterns University College, Inggris. Mereka telah melakukan percobaan terhadap para sukarelawan yang bersedia diteliti kesehatannya setelah berinteraksi dengan email. Ternyata, sukarelawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar menurun kesehatannya setelah mereka membuka surat-surat yang masuk ke dalam inbox email mereka. Apalagi bila surat tersebut berasal dari atasan mereka, tekanan darah mereka melonjak tinggi. Hal ini termonitor dari alat yang dipasang di tubuh mereka. Grafik yang mendeteksi menunjukkan peningkatan tekanan darah saat mereka membuka email yang berasal dari boss mereka. Kerja jantung juga semakin cepat bila email tersebut berisi nada ancaman dan peringatan keras akan kualitas kerja mereka. Dan stress tingkat ringan segera mereka alami bila nada ancaman tersebut berujung pada ancaman pemecatan.

Menurut Profesor Cary Cooper, salah seorang pengamat psikolog dari Inggris, sebaiknya email tidak dijadikan para atasan sebagai media untuk mendisiplinkan karyawan. Menyampaikan peringatan secara langsung lebih baik daripada lewat email. Karena email saat ini bukan hanya sebatas sarana pendukung sosial, namun malah bisa sebagai pemicu stress dan sumber media yang mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang. Dari salah seorang sukarelawan menyatakan kepada Cary Cooper bahwa dirinya memiliki ketakutan yang mendalam saat membuka email sewaktu masuk kerja di hari pertama setelah sebelumnya 2 minggu mengambil cuti.

Hasil riset ini telah dipresentasikan pada konferensi para ahli psikolog di Inggris. Kesimpulannya, kata-kata yang buruk dan keras dalam email bisa menurunkan tingkat kesehatan jiwa si penerimanya. Apalagi bila si penerima ternyata memiliki kondisi jiwa yang sedang labil. Hal ini akan menjadi beban pikirannya yang berujung pada penurunan kondisi fisik tubuh. Bila ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada pemberian nasehat dan jalan keluar, kondisi fisik yang dari luar terlihat sehat tapi dari dalam sangat parah ini akan hancur secara perlahan. Penyakit pun akan cepat hinggap dan menggerogoti, yang pada akhirnya bisa berakibat fatal!

Nah, apakah Anda seorang boss...? Mulai sekarang jangan pernah sekali-kali memecat karyawan Anda lewat email. Bisa-bisa Anda besoknya dijemput polisi karena telah "membunuhnya"!

Antibiotik, Untung dan Rugi Mengkonsumsinya

Anda pernah sakit? Tentu dokter Anda pernah memberi Anda antibiotik. Setelah dikonsumsi, Andapun jadi sehat dan penyakitpun hilang. Namun perlu Anda ketahui bahwa tidak benar antibiotik 100% bermanfaat bagi tubuh kita. Sebenarnya antibiotik juga punya kerugian berada di tubuh kita, terutama pada aktivitas mikroba yang ada diusus. Karena berdasarkan penelitian Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS - mengkonsumsi antibiotik ternyata bisa membunuh mikroba yang menguntungkan yang diperlukan tubuh. Kok bisa begitu....?

Dalam penelitian yang dilakukan kurang dari satu tahun, para peneliti melibatkan tiga orang wanita sebagai relawan yang diberi tablet antibiotik. Pemberian antibiotik dilakukan dalam 2 fase dimana per fase berlangsung selama lima hari. Setelah tes DNA dilakukan pada sampel tinja para relawan terebut, ternyata jenis mikroba yang menguntungkan yang hidup dalam usus relawan tersebut jadi berkurang.

Pemberian antibiotik yang terbilang ampuh dalam membunuh kuman yang memasuki tubuh ternyata tak selalu bermanfaat bagi manusia. Karena ternyata, mengkonsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan "mikroba baik" yang hidup dalam usus yang berpengaruh pada kondisi kesehatan pasien itu sendiri.

Les Dethlefsen dan David Relman juga berkesimpulan bahwa pasien yang diberi ciprofloxacin terbukti menekan semua populasi bakteri yang menguntungkan. Dan untuk pulih, setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan.

Hasil penelitian ini diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian ini juga mendukung teori yang menyimpulkan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup dalam tubuh manusia. Untuk itu diperlukannya pengembangan produk probiotik seperti yoghurt yang mengandung bakteri hidup.

Matinya mikroba yang dibutuhkan tubuh, sedikit banyak dapat memicu obesitas dan peluang terjadinya alergi. Dan pada hasil penelitian yang lain juga ditemukan manfaat besar bagi bayi yang mengkonsumsi ASI dimana Lactobacillus Reuteri yang terdapat dalam ASI ternyata dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.

Stress, Kenali Gejalanya Dari Awal

Stress saat ini bukanlah hal baru bagi kita, terutama yang aktif di perkotaan. Kesibukan kerja, tekanan target perusahaan dan berbagai kerumitan sehari-hari termasuk kemacetan di jalan adalah faktor yang bisa memicu terjadinya stress pada diri seseorang. Kita sering menandai bahwa mood yang sedang buruk dan suka melamun adalah gejala awal dari stress. Namun hal itu bukanlah hal besar yang menandakan seseorang sedang mengalami gejala awal dari stress. Ada 4 faktor besar yang bisa kita pedomani dalam menandai apakah stress mulai menyusup dalam diri kita. Apa itu? Silahkan simak hal menarik berikut ini:

1. Kosentrasi Terganggu
Tidak jarang bila kita menghadapi sesuatu hal, baik dalam pekerjaan maupun dalam urusan di rumah, kosentrasi untuk menyelesaikan masalah tersebut sangat sulit dilakukan. Terkadang pikiran yang muncul bercabang-cabang sehingga masalah yang sedang dihadapi tersebut tidak terselesaikan. Bila hal itu menimpa kita, itu pertanda kosentrasi kita mulai terganggu sebagai tanda awal dari sebuah "stress". Untuk mengatasinya sebenarnya sangatlah mudah. Bila kita sedang menghadapi suatu masalah, baik itu masalah sepele terlebih lagi masalah rumit, usahakan pikiran kita tetap fokus terhadap masalah tersebut. Bila urusan lain muncul di benak kita, berpaling dan tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi sampai masalah tersebut betul-betul telah ditemukan jalan keluarnya. Kemudian baru beranjak ke masalah lain. Dan untuk membantu itu semua, tubuh kita sebaiknya selalu dalam keadaan rileks. Cobalah mencuci muka dengan air untuk membuat pori-pori dan syaraf pada mata dan anggota kepala Anda rileks. Bila Anda seorang muslim, tepat sekali bila Anda melakukan hal ini dengan cara berwudhu. Mudah-mudahan dengan cara ini kosentrasi kita bisa kembali ke titik normal.

2. Kelopak Mata Bergerak Sendiri
Kita pernah kan tanpa disadari salah satu kelopak mata kita bergerak sendiri beberapa kali? Bila itu kita alami, itu menandakan kita dalam kondisi sedikit kurang rileks. Gejala ini dalam ilmu medis biasa disebut blepharospasm. Ini merupakan sinyal tubuh bagi kita bahwa kita dalam kondisi yang tidak nyaman dan sedang ada suatu yang dipikirkan terlalu lama. Bila Anda merasa terganggu dengan hal ini, cara menghentikannya adalah dengan mengambil posisi tidur terlentang dengan wajah membelakangi sumber cahaya. Pejamkan mata Anda beberapa saat dengan mengalihkan pikiran kita pada sesuatu yang menyendangkan. Bila Anda seorang muslim, sangat cocok bila Anda melakukannya dengan berzikir. Bila sudah, kucek-kucek mata Anda dengan lembut, terutama pada bagian di sekitar mata.

3. Kurang Mendapatkan Sinar Matahari Pagi
Terkadang kita sering bangun kesiangan atau berangkat kerja setiap pagi terlalu pagi sehingga sampai di kantor sebelum matahari bersinar dengan terang. Dan hal itu berlangsung secara terus menerus sehingga tubuh kurang mendapatkan siraman ultraviolet matahari pagi. Hal ini bila terjadi pada Anda akan membuat semangat dan mood untuk beraktifitas semakin lama semakin berkurang. Padahal vitamin dan serat sudah banyak kita konsumsi, tapi kok tetap tidak punya semangat. Untuk itu cara mengembalikan semangat Anda adalah usahakan Anda mendapat sinar matahari pagi (sekitar sebelum jam 9 pagi) yang cukup setiap pagi karena sinar matahari pagi akan membantu tubuh melepaskan serotonin, sehingga kosentrasi Anda bisa kembali normal.

4. Rasa Berat Pada Tengkuk.
Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, seorang psikolog sekaligus terapis fisik menyatakan bahwa stres dapat mempengaruhi sistem muskulokeletal pada tubuh yakni tulang, persendian, dan otot. Hal ini akan menyebabkan terjadilah ketegangan pada otot leher bagian belakang atau di sekitar tengkuk. Cara mengatasinya cukup mudah yakni dengan melakukan peregangan atau relaksasi pada bagian tersebut. Pertama, tarik napas dalam-dalam sebanyak 5-10 kali sambil menfokuskan pikiran pada bagian leher yang sedang tegang sambil dipijat-pijak dengan pelan sampai terasa menjadi lemas kembali. Bila Anda kurang bisa melakukannya, tidak salah bila Anda mendatangi tukang pijat tradisional untuk membantu meregangkan kembali otot dan syarat tubuh Anda. Selamat mencoba.

Awas, Bakteri Salmonella Pada Telur Bebek

Mengkonsumsi telur bebek bukanlah hal yang baru bagi sebagian besar masyarakat kita. Apalagi bagi penggemar jamu, dipakai sebagai campuran ekstra yang tentunya wajib ada. Betapa nikmatnya dan segarnya badan ini setelah meminumnya. Namun mulai sekarang Anda harus sedikit waspada. Ternyata telur bebek lebih mudah terjangkiti bakteri salmonella dibandingkan telur-telur jenis lainnya seperti telur ayam atau telur puyuh. Sejauh mana bahayanya dan bagaimana cara mengatasinya?

Belum lama ini di London, Inggris dilaporkan adanya 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi telur bebek. Bahkan, salah seorang diantaranya ada yang tewas. Penyebabnya mungkin terasa mustahil, yakni keracunan telur bebek. Tapi jangan salah, ternyata penyebabnya bukan pada telur bebeknya, namun pada bakteri salmonella yang terdapat pada telur bebek tersebut. Dan yang anehnya, tidak ada kasus maupun keluhan pada konsumen yang mengkonsumsi telur unggas lainnya seperti telur ayam dan puyuh.

Setelah dilakukan berbagai penelitian lebih jauh, ternyata cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Orang yang tertular bakteri salmonella akan mengalami gejala-gejala seperti perut kejang, demam dan sering disertai dengan diare. Gejala ini akan terasa setelah 10 sampai 72 jam setelah tertular salmonella ini.

Bila gejala ini dibiarkan, maka bakteri salmonella dengan cepat akan menulari bagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dan bila kondisi tubuh yang terjangkiti sedang lemah apalagi dalam keadaan kekebalan tubuh rendah, bisa berakibat pada kematian.

Bagaimana cara mengatasinya agar bakteri salmonella tidak menulari kita? Juru bicara Badan Standarisasi Makanan (FPA) di London, Inggris mengatakan bahwa satu-satunya cara adalah tidak mengkonsumsi telur bebek dalam keadaan mentah. Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati.

Lalu bagaimana dengan para penggemar jamu di negeri kita yang notabene pengkonsumsi telur bebek mentah? Mungkin kita bisa meminimalisir potensi tertularnya telur bebek oleh bakteri salmonella dengan cara mencuci telur dengan sabun sebelum membukanya dan segera mencuci tangan setelah memegang telur tersebut. Dan agar lebih aman, siramlah telur bebek tersebut dengan air panas sebelum dibuka. Mudah-mudahan hal ini bisa lebih membuat kita aman dalam menkonsumsi telur bebek mentah

Pensiun Diusia 40 Tahun, Kenapa Tidak?

Selama ini Anda bekerja keras, pergi pagi pulang malam, apakah sudah Anda pikirkan sampai kapan hal ini berakhir? Sampai Anda "berkaki tiga", uzur dan sakit-sakitan? Tentu tidak, bukan? Nah, kalau hal ini tidak ingin terjadi pada diri Anda, sekaranglah saat yang tepat memikirkannya. Merencanakan bagaimana bisa pensiun dini, tanpa harus tua dan renta dulu. Dan menikmatinya dengan ikhlas sambil tenang beribadah.

Ritme pekerjaan yang penuh dengan tekanan seringkali membuat Anda berpikir bagaimana bisa pensiun sedini mungkin. Lebih banyak tinggal di rumah, bekerja paruh waktu atau membuka usaha kecil-kecilan. Suatu impian yang indah. Intinya adalah, Anda bisa meluangkan banyak waktu lebih untuk keluarga, dan mengikuti setiap pertumbuhan Anak Anda.

Sekarang pertanyaannya adalah seberapa beranikah Anda membuat keputusan ini? Meskipun Anda mendambakan bisa pensiun dini di usia 30 atau 40 tahun. Hal ini tidak mustahil, tinggal kapan Anda mulai melayangkan surat pengunduran diri Anda itu?

Menunda untuk pensiun dini umumnya disebabkan oleh beberapa hal seperti bisakah saya nanti hidup tanpa gaji bulanan yang tetap? Karena memutuskan untuk pensiun artinya Anda telah siap dengan dukungan keuangan yang mantap. Bisnis Anda harus sudah berkembang dan Anda harus memiliki "back up" finansial bila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak terduga. Terjaminnya kesehatan dan pendidikan anak salah satu contohnya. Ini salah satu faktor dari sekian banyak kebutuhan yang harus jadi bahan pertimbangkan sebelum memutuskan untuk pensiun dini.

Namun di sekitar kita, telah banyak orang melakukannya. Kalau orang lain bisa, Anda pun pasti bisa. Kuncinya adalah membuat perencanaan. Semakin cepat Anda merencanakannya secara detail, semakin mungkin impian itu tercapai. Sheryl Nance-Nash, penulis keuangan dan bisnis di sejumlah media seperti harian The New York Times dan majalah Your Company, membeberkan sejumlah langkah menuju pensiun dini.

Buat Perencanaan Yang Matang.
Lakukanlah evaluasi ulang tentang gaya hidup dan cara Anda dalam mengelola keuangan Anda sebelumnya. Hal ini tidak lain adalah untuk memahami bagaimana nantinya Anda akan menjalani hidup setelah benar-benar pensiun dan seberapa besar uang yang harus Anda kumpulkan sebelum pensiun. Dalam hal ini, ada banyak penghitungan keuangan yang bisa Anda temukan di internet, namun yang paling aman tentunya berkonsultasi langsung dengan seorang perencana keuangan profesional. Setelah semuanya mulai berjalan, cobalah evaluasi kembali rencana ini setiap tiga atau empat tahun untuk memastikan bahwa Anda tetap di jalur yang benar.

"Tidak memahami kondisi keuangan Anda dengan baik saat akan pensiun dijamin tidak akan membuat Anda benar-benar mencapai tujuan yang diidamkan nanti," ujar David Walters, seorang perencana keuangan dan akuntan publik untuk Palisades Hudson Financial Group.

Fokuskan Pada Prioriotas Utama
Memahami dan berpegang pada keputusan bahwa pensiun dini adalah prioritas finansial Anda adalah hal yang penting. Dan bila Anda memiliki beberapa pilihan mengenai cara mengumpulkan uang, maka tetap fokus pada pensiun dini ini ibarat membeli waktu dan kebebasan, dimana Anda menempatkan uang Anda untuk mencapai tujuan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bekerja.

“Jangan berlebih-lebihan dan sesuaikan dengan kondisi Anda. Ini artinya Anda saat ini mungkin belum mampu menggunakan uang untuk hal-hal yang dimiliki oleh orang seusia Anda. Bila memang mungkin, kenapa tidak Anda hanya membeli mobil bekas yang tidak terlalu mengecewakan dan tinggal di rumah yang sederhana," nasihat Richard Barrington, seorang pakar keuangan pribadi pada www.MoneyRates.com.

Untuk hal ini, Anda tak perlu rendah diri, karena pada umumnya, sangat banyak orang yang bergaya hidup mewah namun pada kenyataannya tidak mempunyai tabungan dan berada di bawah level Anda. Berkorban sesaat sekarang, namun menimba hasilnya belakangan. Sekaranglah saatnya menanam, dan memanennya nanti.

Libatkan Keluarga
Dalam merencanakan misi ini, janganlah bekerja sendiri. Jangan lah menjadi satu-satunya orang yang melakukan misi ini. Keluarga pun harus terlibat. Pasangan Anda dan anak-anak juga harus memberi keikhlasannya, mengikuti ritme hidup Anda. Bila tidak, Anda akan berputar di situ-situ saja.

Menabunglah Mulai Sekarang
Sebenarnya kunci dari pensiun dini cukup sederhana, yakni menabung lah mulai sekarang. Jangan hiraukan berapa usia Anda saat mengawali ini. Semakin cepat Anda menabung, semakin cepat waktu yang Anda untuk mewujudkan impian ini. Namun Anda tak perlu berkecil hati jika Anda baru membaca artikel ini dan sadar bahwa usia Anda menjelang 40 tahun saat omo. Masih ada kesempatan untuk mengejar ketertinggalan ini.

Cermat Memilih Investasi
Saat ini terdapat banyak pilihan investasi, yang terkadang membuat Anda pusing bagaimana cara memulainya. Ada banyak pilihan investasi seperti obligasi, saham atau reksa dana. Banyak orang mengawalinya dari pilihan-pilihan ini. Tidak diperlukan trik khusus atau pancingan untuk menghasilkan uang. Mulailah.

Investasi Jangka Panjang
Hal di atas bisa dibilang investasi jangka pendek. Jangan hanya karena ingin pensiun dini, Anda wajib memilih investasi jangka pendek ini. Ada investasi jangka panjang yang justru lebih masuk akal. Secara impulsif, investasi yang tingkat pengembalian uang yang lebih cepat biasanya memiliki resiko menyebabkan kegagalan lebih besar. Dalam hal ini, Barrington menyarankan Anda untuk memilih investasi jangka panjang yang lebih rasional.

Waspadai Inflasi
Dalam investasi jangka panjang, faktor inflasi haruslah diperhatikan. Harga berbagai sektor bisa mengalami inflasi dua kali lipat. Perhitungan ketika Anda mulai menjalani kehidupan pensiun, ternyata inflasi bisa naik dua kali lipat dari sebelumnya. Oleh karenanya, mengkalkulasikan faktor inflasi dalam perencanaan keuangan Anda adalah hal yang bijak.

Kreatif dan Berinovasi
Kreatif dalam menunjang cara konvensional untuk menabung dan berinvestasi adalah hal yang sangat membantu sekali. Misalnya membuka diri untuk pekerjaan sampingan untuk membantu melunasi hutang atau menambah sumber penghasilan. Tekun meski pekerjaan atau bisnis sampingan tersebut belum segera menghasilakan keuntungan yang besar. Berprinsiplah untuk jangan memperlakukan keuangan sebagai situasi pilihan "sekarang atau tidak sama sekali". Perubahan posisi karier, seperti memilih bagian pekerjaan yang tidak terlalu menimbulkan stres dan menyita waktu, juga sangat membantu semua yang telah Anda lakukan. Tentunya sambil terus fokus menabung dan mengumpulkan hasil dari bisnis atau investasi Anda dari yang lain.

Jangan Sepelekan Telur Ayam Kampung

Bila Anda penggemar "mata sapi" atau "telur ceplok", sebaiknya Anda memilih telur ayam kampung sebagai telurnya. Kenapa? Karena ternyata kandungan gizi dalam telur ayam kampung lebih tinggi dan lebih menyehatkan daripada telur ayam ras yang biasa dikonsumsi selama ini. Hal ini sudah dibuktikan oleh para peneliti dari Pennsylvania State University, dimana mereka menyimpulkan bahwa nutrisi esensial yang ada pada telur ayam kampung jauh lebih tinggi dibandingkan telur ayam ras. Kadar vitamin E dan Omega-3 yang terdapat dalam telur ayam kampung lebih banyak, yakni lebih kurang dua kali lipatnya. Kita tahu bahwa zat tersebut sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, menyehatkan jantung, meningkatkan fungsi penglihatan dan kecerdasan.

Kuning telur yang terdapat dalam telur ayam kampung juga mengandung zat lecithin dimana bersama omega-3 tersebut bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar kolesterol dan lemak jenuh dalam tubuh. Dan bagi Anda penderita kolesterol tinggi, sebaiknya memilih telur ayam kampung sebagai menu pilihan. Ini karena kandungan kolesterol ayam kampung sepertiga lebih sedikit dibandingkan pada telur ayam ras.

Dan yang lebih mengejutkan, beta karoten yang ada dalam telur ayam kampung jauh lebih tinggi. Ini bisa dilihat dari warna kuning telurnya yang lebih berwarna dan sedikit lebih gelap. Juga kandungan vitamin D-nya yang tiga sampai enam kali lebih banyak dari telur ayam ras.

Lalu apa penyebab telur ayam kampung lebih menyehatkan daripada telur ayam ras? Hal ini tidak lain karena perlakuan dan kebiasaan hidup ayam kampung yang lebih bebas daripada ayam ras yang selalu dikandangkan. Ayam kampung mendapat sinar matahari yang cukup dan selalu bergerak kemana-mana. Beda dengan ayam ras yang selalu dikandang dan tidak mendapat sinar matahari yang cukup. Makanan ayam kampung juga lebih bervariasi seperti biji-bijian, cacing, ulat, dedaunan hijau dan lain-lain.

Nah, mulai sekarang tidak ada salahnya Anda mulai beralih ke telur ayam kampung. Walaupun sedikit lebih mahal, tapi kesehatan Anda lebih terjaga dan tentunya tidak sebanding dengan nilai kesehatan yang akan Anda dapatkan